Featured Slider

5 Kuliner Khas Kebumen yang Wajib Kamu Coba.



Halo haiiii. apa kabar semua? Yaampun udah lama banget ya blog ini nggak update tulisan baru. Smeenjak pindah ke Jawa kayaknya. Iya, sekarang saya udah nggak d Palopo, pemirsa. Udah balik kampung ke Kebumen kota tercinta. Untuk cerita lengkapnya bisa kalian baca di sini: 2018 overview.

By the way, ada yang pernah ke Kebumen? Kota kecil yang terkenal dengan landscape nya yang indah dan goa-goa yang masih terjaga keasliannya ini, juga menyimpan banyak banget kekayaan kuliner yang siap memanjakan lidah lho.

Nah, di postingan kali ini saya bakalan sharing ke kalian tentang kuliner khas Kebumen yang wajib banget kalian coba. Meski banyak dan semuanya enak-enak, tapi sekarang cukup 5 saja yang mau saya review yaaa.

Here we go!

5 Kuliner Khas Kebumen yang Wajib di Coba

1. Sate Ambal

Foto: Instagram @humaskebumen

Nggak komplit rasanya kalau berkunjung ke Kebumen tanpa mencicipi sate ayam yang namanya sesuai dengan desa di mana dia berasal: Ambal. Sate yang cukup berbeda dengan sate pada umumnya. Apa pasal? Karena kalau sate pada umumnya dagingnya mentah dan langsung di bakar, maka sate ambal daging ayamnya direbus dulu dengan bumbu-bumbunya. Jadi pas dibakar makin meresaaap gitu bumbunya.

Perbedaan lainnya adalah saosnya. Kalau sate pada umumnya menggunakan saos kacang, maka sate ambl ini menggunakan saos yang terbuat dari tempe. Hmm, kalian heran? Hihi. Rasanya tetap enak kok, dan khas banget! Ada sensasi manis dari saos tempe yang dihaluskan berpadu dengan gurihnya sate ayam . Nyaaaam!

2. Nasi Penggel

Foto: Instagram @visitkebumen

Kuliner ini akan banyak kita temui di sudut-sudut kota Kebumen, terutama saat CFD di alun-alun. Tapi harus pagi ya, karena kalau kesiangan dikit pasti kehabisan :(. Nasi penggel bisa dimakan dengan aneka sayur dan lauk yang bisa kita pilih sesuai selera. Tapi yakiiin deh, kalau udah di TKP mah penggennya semua diambil, hahhaha.

Sayur gori (nangka muda), paru, kikil, oseng-oseng, plus jangan lupa tempe mendoannya dong. Biar makin maknyus!

3. Pecel dan olahan Yutuk

Foto: koleksi pribadi

Kalau kalian berkunjung ke pantai-pantai di Kebumen, maka akan sangat mudah menemukan warung-warung pecel di sana. Hidangan yang ditawarkan rata-rata sama: nasi pecel, atau bisa dimakan dengan lontong, tempe mendoan, aneka ikan, daaan yutuk.

Yutuk ini semacam seafood. Inget banget jaman kecil saya sering diajak bapak berburu yutuk kalau lagi ke pantai/laut. Geraknya cepeeet banget Yang paling menyenangkan, yutuk ini berubah warnanya menjadi merah ketika digoreng. Biasanya dipeyek, digoreng biasa atau ditusuk seperti sate. Kriuk kriuuukkk.

Jadi mari kita duduk di warung, menikmati debur ombak sembari makan sego pecel lengkap dengan tempe mendoan dan yutuk. Minumnya kelapa muda deh. Masya Allah, maka nikmat Tuhan yang manakah yang akan kau dustakan? :D

4. Soto Petanahan

Foto: Instagram @kulinerankebumen


Ini deket banget dari rumah saya, cuma beda kecamatan. Yang khas dari soto petanahan adalah togenya yang masih ada kulitnya, hahhaa. Kesannya emang jadi ngeres gitu ya, tapi percayalah di situ letak kenikmatannya. Kuah yang segar dan ayam kampung yang gurih berpadu dengan sensasi toge yang fresh.

[ Baca juga: Resep Capcay Kuah Tomat]

5. Lanting

Foto: Wikipedia

Nah, kalau yang terakhir ini berupa camilan. Hmm, siapa sih yang nolak lanting aneka rasa yang kriuk ini? Udah gitu harganya murce mursida. Cocoook banget dijadikan oleh-oleh. Wong satu bal gitu yang guede paling harganya sekitar 60rb dan berisi 12 bungkus lanting.

Jaman masih jadi perantau, tiap mudik lebaran temen-temen saya udah pasti nitip lanting. Maka saya akan balik dengan membawa berkardus-kardus lanting. Mau jualan, Nyak? Wkwk


Nah, itu tadi 5 kuliner khas Kebumen yang wajib banget kalian coba. Jadi kapan nih, mau berkunjung ke Kebumen? Saya siap loh jadi guidenya ;)

Ke Kebumen Naik Apa?

Aduh gampang banget kok. Mau naik kendaraan pribadi bisa, mau naik kereta bisaaa banget. Atau mau naik bis? Bisa juga dooong. Nih saya kasih link buat pesen tiket bisnya ya: https://traveloka.com/tiket-bus-travel/xtrans.

Sampai jumpa di Kebumen yaaa^^

Love,
Nyak Rotun

Aneka Kreasi Menu Piring Gizi Seimbang So Good: Ungkapan Cinta Bunda untuk Keluarga


Memasak, dan kemudian menghidangkannya untuk suami dan anak-anak, menjadi salah satu cara saya mengungkapkan cinta untuk mereka.
"Bunda, terimakasih ya sudah masak yang enak-enak buat kami", kata Wafa ataupun Ayyas dalam berbagai kesempatan, setelah mereka menandaskan isi piring yang saya hidangkan. Mereka bilang begitu bahkan ketika saya cuma masak telur dadar yang digulung dan dipotong-potong. Oh, atau bahkan sepiring mie goreng instan yang memang dari sononya udah enak 😆😆

Pokoknya buat mereka, masakan bunda itu enak semua. Si Wafa malah sering banget cerita ke gurunya kalau bundanya pinter masak, dan dia cita-citanya mau jadi chef, seperti bunda. Nggg, nganu Kak, tolong diralat ya, bunda ini belum pinter masak dan masih jauuuh banget dari predikat chef. Cuma pinter gugling resep dan lumayan rajin praktek di dapur kita. Gitu, Kak😂

Mie Goreng Kubis Pedas



Masing-masing kita pasti punya masakan yang memorable ya, alias punya kenangan tersendiri. Entah karena pas kecil sering dimasakin sama ibu, atau menjadi makanan favorit pas nongkrong sama teman-teman, atau karena saking enaknya hingga tak terlupakan.

Nah, saya ada beberapa. Tapi kali ini mau cerita dua diantaranya, yaitu Biskuit Togo dan Mie Goreng Kubis Pedas. 


Pengen Bikin Ebi Furai yang Lurus ala Resto? Ini Dia Resep dan Tipsnya

Judulnya udah keren dan clickable belum? Hahahaha


Kalau kalian penggemar makanan Jepang, pasti udah nggak asing ya sama olahan udang yang satu ini. Yap, Ebi Furai. Udang yang gendut-gendut berlapis bumbu dan tepung roti yang gurih nan kriuk ini pasti ada di resto-resto Jepang. Kalau saya dulu sih makannya di HokBen atau D'Cost (ketahuan kelasnya ya, wahaha). Dan yaa, semenjak pindah ke Palopo nggak bisa dong makan di sana lagi.

Jadi saya bikin aja sendiri.
Kan gampang toh cuma celup-celup udang ke telur dan tepung roti.
Ntap!